Selasa (21/10), Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR melaksanakan kunjungan kerja mendadak ke Puskesmas Basirih Baru. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau secara langsung kondisi puluhan peserta didik SMPN 33 Banjarmasin yang sedang menjalani penanganan medis akibat dugaan insiden keracunan pangan, terkait program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kesehatan, M. Ramadan, serta jajaran terkait. Wali Kota Yamin memberikan dukungan moril kepada para siswa yang masih menunjukkan gejala lemas atau sedang beristirahat di fasilitas kesehatan. Beliau juga segera meminta laporan faktual dari tim medis di lokasi, guna memastikan bahwa seluruh peserta didik telah menerima prosedur penanganan kesehatan yang cepat dan prima.
Seusai melakukan observasi, Yamin menyampaikan bahwa dari total sekitar 40 peserta didik yang sempat masuk untuk pemeriksaan, sebagian besar telah diizinkan untuk kembali ke rumah setelah diberikan pengobatan dan vitamin yang diperlukan. Pihak Pemko Banjarmasin saat ini masih menantikan hasil pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.
Wali Kota Yamin menegaskan bahwa hingga saat ini, penyebab insiden tersebut belum dapat dikonfirmasi secara definitif apakah berkaitan dengan program MBG atau pemicu lainnya. Indikasi awal, berdasarkan hasil wawancara dengan sejumlah siswa, menunjukkan adanya laporan mengenai konsumsi produk pangan lain—seperti udang atau minuman kemasan—sebelum gejala keracunan muncul. Beliau turut menambahkan bahwa pada hari kejadian, program MBG belum didistribusikan kepada para siswa.
Meskipun demikian, Wali Kota menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik) agar segera melakukan pemanggilan resmi terhadap pihak penyedia pangan, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), beserta para guru pengawas yang bertugas di sekolah tersebut.
Yamin juga menekankan pentingnya peningkatan disiplin dalam proses penyajian makanan oleh SPPG. “Kami meminta SPPG untuk mematuhi standar operasional yang ketat. Praktik pengolahan pangan pada malam hari untuk disajikan pada siang hari berikutnya harus dihindari,” tegasnya.
Di kesempatan terpisah, PLT Kepala Dinkes Banjarmasin M. Ramadan menyatakan bahwa jajarannya akan menanti hasil uji laboratorium guna memastikan secara ilmiah pemicu keracunan tersebut. Hasil pemeriksaan ini diperkirakan akan tersedia dalam kurun waktu kurang lebih satu minggu. Ramadan menutup pernyataannya dengan memastikan bahwa seluruh peserta didik yang menunjukkan gejala seperti mual dan keluhan lainnya telah memperoleh penanganan medis yang optimal dari petugas kesehatan.