TPID Kota Banjarmasin Intensifkan Pengawasan Harga Komoditas Jelang Nataru

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Banjarmasin melaksanakan pemantauan komprehensif terhadap ketersediaan pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar tradisional dan ritel modern. Kegiatan yang berlangsung dipimpin oleh Wali Kota Muhammad Yamin HR (1/12), sebagai langkah proaktif pemerintah daerah menjelang akhir tahun.

Pemantauan intensif ini ditujukan untuk mengantisipasi lonjakan harga yang dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), serta sejumlah agenda besar keagamaan seperti pelaksanaan Haul Guru Sekumpul di Martapura, yang diikuti dengan masa Puasa dan Lebaran.

Rombongan monitoring yang turut melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Perum Bulog, dan jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Banjarmasin, menyasar dua titik utama distribusi, yaitu Pasar Harum Manis dan Mitra Diskon Swalayan (eks Supermarket Hero) di kawasan Pal 5.

Dalam tinjauannya, Muhammad Yamin HR mendapati bahwa kondisi harga pada sebagian besar komoditas masih berada dalam batas yang relatif terkendali. Meskipun demikian, Wali Kota menegaskan pentingnya peningkatan kewaspadaan dan pengawasan dini secara lebih intensif oleh seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.

“Potensi gelombang inflasi diperkirakan kuat akan terjadi, apalagi rangkaian momen besar seperti Nataru, haul Guru Sekumpul, hingga berlanjut bulan puasa dan Lebaran berada dalam waktu yang berdekatan. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegas Yamin usai kegiatan monitoring.

Ia menekankan bahwa menjaga daya beli masyarakat merupakan prioritas utama, sehingga masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga jelang perayaan momen-momen tersebut. Wali Kota secara spesifik meminta Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) sebagai instansi pengampu untuk senantiasa memantau kondisi stok dan pergerakan harga pangan.

“Informasi menunjukkan adanya sedikit kenaikan harga pada komoditas cabai. Saya meminta teman-teman SKPD bisa lebih peka terhadap fenomena kenaikan ini demi menjaga pasokan kita,” ujarnya.

Muhammad Yamin HR juga memperingatkan bahwa upaya pengendalian inflasi adalah tanggung jawab kolektif. Ia menyerukan kepada seluruh pelaku usaha dan pedagang di Banjarmasin agar menghindari praktik penimbunan stok (hoarding) maupun menetapkan harga di luar batas kewajaran.

Sementara itu, Direktur Perumda Pasar Baiman, Muhammad Abdan Syakura, mengonfirmasi bahwa stok bahan pokok penting secara umum dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pergantian tahun. Abdan mengakui adanya fluktuasi harga pada beberapa komoditas yang dipicu oleh faktor tertentu.

Sebagai contoh, ia menyebutkan harga bawang merah kualitas super telah melonjak dari Rp35.000 menjadi sekitar Rp42.000 per kilogram. Untuk menstabilkan harga, Abdan Syakura menyatakan bahwa Perumda Pasar akan segera mendatangkan pasokan bawang melalui kerja sama dengan Kabupaten Enrekang dan Brebes. Untuk komoditas seperti minyak goreng, beras, dan telur, dilaporkan kondisi harga masih dalam taraf normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *