Pelaksanaan Analog Switch Off atau ASO di Kota Banjarmasin berjalan lancar, Hal ini tentunya tidak lepas dari kerjasama semua lini dalam melakukan sosialisasi program ASO dan alat pendukungnya yakni Set Top Box (STB).
Hingga hari ini, memasuki pekan ke 3 ASO dilaksanakan di Kota Banjarmasin sejak tanggal 20 Maret lalu, Semua berjalan dengan baik, tidak terdapat adanya keluhan masyarakat terkait programnya maupun pembagian STB nya.
Kerja keras semua lini, utamanya tergambar dari Pemko Banjarmasin yang dalam hal ini Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) selalu giat dan aktif dalam melakukan sosialisasi ASO maupun STB.
Kepala Dinas Kominfotik Windiasti Kartika, S.T, M.T mengungkapkan program ASO sudah diperkenalkan kepada masyarakat Kota Banjarmasin sejak tahun 2022 kemaren.
Ia mengaku tim Diskominfotik gencar melakukan sosialisasi ke berbagai pelosok Kota Banjarmasin melalui koordinasi bersama kelurahan setempat, “Baik itu sosialisasi langsung maupun lewat media,” kata Windi.
Ia menegaskan, Analog Switch Off (ASO) di Kota Banjarmasin yang resmi diberlakukan sejak tanggal 20 Maret 2023. “Maka mulai dari tanggal tersebut seluruh Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) yang ada dan meliputi wilayah penyiaran seluruh Kota Banjarmasin menghentikan siaran analog dan menggantikan ke Digital,” ungkapnya.
Pelaksanaan ASO ini lanjut Windi, diawasi dan dimonitor oleh Balai Monitor Kemenkominfo Banjarmasin dengan mengacu pada dasar pelaksanaan ASO yakni UU Nomer 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Pelaksanaan teknisnya diatur melalui Peraturan Menteri Kominfo RI Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran.
“Tidak ada Perda tentang ASO yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah,” jelasnya.
Windi mengungkapkan, STB sejak dahulu sebelum ASO sudah ada di pasaran dan diperjualbelikan secara bebas. Kebijakan Pembagian STB secara gratis yang dilakukan oleh Kemenkominfo tersebut, Menurutnya adalah sebagai bentuk dukungan dan komitmen oleh LPS untuk kesuksesan pelaksanaan ASO. STB tersebut dibagikan gratis hanya bagi masyarakat yang termasuk dalam daftar Kemiskinan Ekstrem.
“Masyarakat yang tidak masuk dalam daftar ini dipersilakan untuk membeli STB masing-masing,” papar Windi.
Terakhir, Ia mengucapkan syukur dan berterimakasih kepada masyarakat Kota Banjarmasin yang mempunyai daya beli untuk mengadakan STB mandiri. Dan ia meyakini ASO di Banjarmasin berjalan sukses dan tidak berdampak terhadap berkurangnya penonton siaran TV. (NN-Potkal01)