Dinkes Banjarmasin Imbau Masyarakat Terapkan 3M Plus untuk Waspadai Penyakit di Musim Hujan

Seiring dengan tibanya musim penghujan dan periode transisi (pancaroba), Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinkes Banjarmasin desak seluruh elemen masyarakat agar meningkatkan mitigasi dan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kasus penyakit menular.

Sejumlah potensi gangguan kesehatan yang patut diwaspadai mencakup Demam Berdarah Dengue (DBD), Influenza, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, hingga penyakit dermatologis (kulit) dan leptospirosis. Penyakit-penyakit ini memiliki kecenderungan merebak pada kondisi kelembapan tinggi dan perubahan iklim yang ekstrem.

Dalam keterangan pers resmi yang dirilis pada Senin, 27 Oktober 2025, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes, M. Ramadan, menggarisbawahi urgensi pemeliharaan kebersihan sanitasi lingkungan sebagai pilar pencegahan. Strategi utama pencegahan ditekankan pada pelaksanaan optimal Gerakan 3M Plus.

Gerakan 3M ini mencakup tindakan kolektif untuk memutus siklus perkembangbiakan vektor nyamuk, khususnya Aedes Aegypti, dan terdiri dari:

  1. Menguras wadah penampungan air secara teratur.
  2. Menutup wadah air dengan rapat guna mencegah nyamuk bertelur.
  3. Memanfaatkan dan mengubur kembali material bekas yang dapat menjadi media genangan air.

Lebih lanjut, upaya tambahan (Plus) proaktif yang dianjurkan meliputi aplikasi losion repelan (anti-nyamuk), penggunaan kelambu pelindung saat tidur, penanaman vegetasi yang berfungsi mengusir serangga, serta pemeliharaan ikan predator jentik nyamuk.

Selain tindakan pencegahan lingkungan, M. Ramadan turut meminta perhatian publik untuk memperkuat imunitas tubuh. Hal ini dapat dicapai melalui konsumsi nutrisi seimbang, peningkatan asupan sayur dan buah, serta memastikan ketersediaan air minum yang telah dimasak (matang) dan terjamin kebersihannya.

Guna meminimalisasi risiko penularan influenza dan ISPA, penggunaan busana pelindung (pakaian hangat atau jas hujan) sangat dianjurkan saat menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem dan tidak menentu.

Dinkes juga mengeluarkan panduan medis: apabila ditemukan gejala klinis seperti demam tinggi, batuk, pilek parah, atau diare persisten, masyarakat diinstruksikan untuk segera mencari layanan diagnostik dan pengobatan di fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.

Plt Kepala Dinkes juga menyatakan harapan agar seluruh lapisan warga Banjarmasin dapat berkontribusi aktif dalam upaya pencegahan dan pemeliharaan kesehatan kolektif, sehingga potensi merebaknya penyakit musiman di masa transisi ini dapat dicegah secara signifikan.

“Kita bersama-sama harus mewujudkan tatanan lingkungan yang sehat, higienis, dan terbebas dari berbagai ancaman penyakit menular,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *