BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin secara resmi melepas keberangkatan 717 calon jamaah haji menuju Tanah Suci dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Masjid Jami, Kelurahan Sungai Jingah, Kamis (16/04). Acara tersebut diawali dengan pelaksanaan Salat Hajat berjamaah sebagai bentuk syukur dan permohonan kelancaran ibadah.
Mewakili Wali Kota Banjarmasin, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana, hadir untuk memberikan sambutan sekaligus melepas secara simbolis rombongan tersebut. Dalam amanat tertulis Wali Kota yang dibacakannya, Dolly Syahbana menekankan bahwa perjalanan haji merupakan momentum spiritual yang sangat sakral, mengingat masa tunggu yang harus dilalui para jamaah tidaklah singkat.
“Perjalanan ini adalah perjalanan iman yang telah dinantikan selama bertahun-tahun. Kehadiran para jamaah di titik ini merupakan sebuah anugerah luar biasa yang patut disyukuri,” ungkap Dolly Syahbana di hadapan ratusan jamaah.
Berdasarkan laporan teknis, awalnya terdapat 720 calon jamaah yang terdaftar dalam manifest keberangkatan. Namun, jumlah tersebut berkurang menjadi 717 orang lantaran dua calon jamaah dilaporkan meninggal dunia dan satu orang lainnya batal berangkat karena faktor kesehatan. Dolly Syahbana mengingatkan bahwa kesempatan berangkat haji adalah nikmat yang tidak dapat diperoleh semua orang, mengingat adanya dinamika kesehatan maupun takdir usia.
Terkait teknis keberangkatan, 717 jamaah tersebut terbagi ke dalam enam Kelompok Terbang (kloter). Kloter 1 menjadi rombongan terbesar dengan total 354 jamaah. Selanjutnya, Kloter 8 terdiri dari 231 jamaah yang digabung dengan rombongan asal Kalimantan Tengah.
Untuk kloter lainnya, Kloter 14 membawa 21 jamaah yang bergabung dengan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kloter 17 sebanyak 53 jamaah bersama Kabupaten Barito Kuala, serta Kloter 18 yang berisi 9 jamaah bergabung dengan Kabupaten Banjar. Terakhir, Kloter 19 memberangkatkan 52 jamaah yang tergabung dalam rombongan gabungan bersama Kabupaten Tabalong, Balangan, Tapin, Hulu Sungai Utara, Kotabaru, dan Kota Banjarbaru.
Dinamika usia jamaah tahun ini juga menjadi sorotan. Tercatat, Paini Parto Utomo yang berusia 85 tahun asal Banjarmasin Tengah menjadi jamaah tertua. Sementara itu, predikat jamaah termuda disandang oleh Nayla Azieza Mahmud Yusuf, warga Banjarmasin Selatan yang baru berusia 17 tahun. Menurut Dolly Syahbana, keberagaman usia ini membuktikan bahwa panggilan ibadah haji bersifat universal.
Menutup rangkaian acara, Pemerintah Kota Banjarmasin menitipkan pesan agar seluruh jamaah disiplin menjaga kondisi fisik selama berada di Arab Saudi. Selain itu, jamaah diminta untuk menjaga reputasi daerah dengan menunjukkan perilaku yang santun, tertib, dan saling membantu antar sesama jamaah selama menjalankan rukun Islam kelima tersebut. Pemko Banjarmasin berharap seluruh jamaah dapat kembali ke tanah air dengan selamat dan meraih predikat haji mabrur.